Efektivitas Prosedural Pemberitaan Media Elektronik
Media elektronik adalah suatu
alat atau sarana penghubung dalam bentuk media massa, yang menggunakan
alat-alat elektronik moderen untuk menyampaikan pesan secara audio-visual,
seperti radio, televisi dan internet merupakan media elektronik yang memiliki
sejarah yang sangat berbeda dari media cetak. Media elektronik merupakan salah
satu jenis media massa yang memilik kekhususan terletak pada dukungan
elektronika dan teknologi yang menjadi ciri dan kekuatan dari media berbasis
elektronik.
Dalam sebuah proses produksi
berita khususnya dalam media elektronik terdapat beberapa tahap yang harus di
tempuh mulai dari pra produksi sampai berita tersebut layak untuk di publikasi.
Proses- psores tersebut salaing
berhubungan satu sama lain dan juga tiap-tiap tahapnya sangat penting karena
dapat mempengaruhi kualitas suatu berita. Tahap-tahap tersebut adalah:
1.
Tahap pra- produksi dimana di dalam tahap ini
dilakukan berbagaimacam perencanaan mulai dari menentukan tema,menyusun
anggaran biaya,menentukan jadwal dn lokasi,model produksi serta penyampaian
proposal dan penulisan script.
2.
Proses produksi yaitu melakukan pengambilan
gambar maupun liputan serta wawancara, koreksi audio-visual, seleksi materi
maupun tulian / penyajian.
3.
Tahap pasca-produksi yaitu tahap ataupun proses
dimana hasil produksi di olah maupun di edit sampai dengan siap untuk di
publikasi baik dalam bidang gambar,audio, penambahan subtitle, penambahan
Tulisan tulisan,efek suara dan mixing.
4.
Dan tahap terakhir dalam produkasi media
elektronik adalah On air atau proses menyampaikan berita tersebut kepada
khalayak.
Namun demikian ada juga aspek-aspek lain yang peru di
perhatikan dalam proses produksi berita dalam media elektronik antara lain:
Hukum, Kultur, Pasar, Tren, Budget, serta Tecnis.
Saat ini media elektronik telah
menyaingi media cetak. Munculnya televisi dalam kehidupan manusia memang
menghadirkan suatu peradaban, khususnya dalam proses komunikasi dan informasi
yang bersifat massa. Prinsip ilmiah yang mendasari teknologi dan membawa ke
penemuan televisi ditemukan oleh John Logie, seorang insinyur listrik dari
Inggris.7 Sejarah televisi di Indonesia sendiri saat itu belum begitu panjang.
TVRI sebagai televisi pertama mulai beroperasi tahun 1962 bertepatan dengan
pembukaan Asian Games (pesta olah raga negara-negara Asia) ke-4 di Jakarta oleh
Presiden Soekarno.
Sekarang ini sudah banyak stasiun televisi
swasta seperti Indosiar, RCTI, SCTV, MNCTV, ANTV, TVone, TV7, Trans7, TransTV,
Metro TV, Global TV, Lativi dan lain sebagainya. Di samping itu masih banyak
juga stasiun televisi lokal yang berdiri di berbagai daerah. Televisi hadir di
masyarakat Indonesia ketika budaya baca belum mapan. Surat kabar dan media
cetak lainnya belum cukup stabil di tengah masyarakat kita. Sebelum itu, radio
sebagai media massa mempunyai kelebihan dalam hal daya tembus paling cepat dan
luas daya jangkauannya. Selain itu, orang dapat membawanya kemana-mana,
mendengarnya dimana saja bahkan saat melakukan aktivitas. Meski demikian,
popularitas dunia televisi jauh lebih unggul dibandingkan yang lain sebagai
alat audio visual (suara dan gambar)
Maka dari itu peran media
elektronik seperti televisi maupun radio sangatlah tinggi dalam upaya
penyampain berita jadi sebisa mungkin proses produksi berita untuk media
elektronik juga di lakukan dengan sebaik mungkin supaya mampu menciptakan
berita yang berkualitas. Di situlah efektivvitas prosedur produksi berita media
elektronik sangat di perhatikan.
Sebuah proses akan berjalan
secara efektif jika semua prosedur di jalanan dengan teliti dan sungguh-sungguh
baik dalam tahap pra-produksi,tahap produksi,pasca-produksi maupun sampai tahap
on air. Setiap tahap-tahap tersebut sangatlahh berpengaruh terhadap kuaitas
berita yang di produksi.
Komentar
Posting Komentar