Pemerintah Renovasi Monumen: Bukit Soeharto jadi Destinasi Wisata Baru
Desember 1, 2020
Ponorogo-
Sekretaris Desa Biting Badegan, Sugi mengatakan saat ini sedang terjadi pemugaran
besar-besaran di monumen Soeharto sejak Oktober 2020. Hal ini dikarenakan Bukit
Soeharto akan diresmikan pada awal Januari tahun mendatang oleh putri Presiden
ke-2 yakni Titiek Soeharto.
“Pengerjaan
proyek dan penataan saat ini telah mencapai 75 persen. Kita terus berpacu
dengan waktu karena peresmian dilakukan awal tahun depan.” Ujar Aryuandika,
salah satu pekerja proyek. Ia juga menambahkan bahwa kini pekerja tengah
menyelesaikan pembangunan mushola serta penambahan beberapa tempat istirahat.
Sebelum
dilakukan renovasi oleh pemerintah, Monumen Soeharto dikelola secara swadaya
oleh masyarakat setempat melalui perkumpulan dari PPBS (Pengelola dan
Pelestarian Bukit Soeharto). Berada sekitar 300 meter dari Taman Wisata Kucur,
Bukit Soeharto mempunyai monumen yang ditandangani oleh Presiden ke-2 RI,
Soeharto, pada tahun 1978. Baru pada tahun 1990-an monumen ini mulai dikenal
dan ramai dikunjungi warga lokal.
Peremajaan
utama dilakukan tepat pada bagian monumen Soeharto dengan penambahan material
keramik sebagai alas monumen. Sedangkan disamping kanan monumen dibangun kursi-kursi
sebagai tempat istirahat. Di area puncak ini disuguhkan pemandangan yang tak
kalah indah disela mata memandang. Udara yang sejuk didukung dengan gambaran
perbukitan desa Badegan menjadi daya tarik utama saat mengunjungi bukit
Soeharto.
Di
area bawah disajikan taman yang asri dengan banyak tempat istirahat. Rencananya
di bukit tersebut akan dilengkapi dengan berbagai sarana, seperti mushala,
toilet, tempat parkir, tempat makan dan yang tidak kalah penting adalah wahana
dan spot untuk berfoto. Meskipun bukit Soeharto belum diresmikan namun telah
banyak pengunjung yang berdatangan di area.
Saat
ini belum ditetapkan tarif tiket biaya masuk maupun parkir oleh PPBS (Pengelola
dan Pelestarian Bukit Soeharto), namun mereka menghimbau kepada pengunjung untuk
datang ke bukit Soeharto selepas pekerja proyek merampungkan pekerjaan harian
mereka. Jam kerja yang diberlakukan dalam proyek yakni dimulai dari pukul 07.00
– 16.00 WIB. Sehingga pengunjung akan lebih merasa nyaman jika datang selepas
pukul 16.00 WIB.
Masyarakat
lokal disekitar menyambut positif dengan adanya renovasi pemerintah di monumen
Soeharto. Pengunjung yang semakin banyak setiap harinya membuat masyarakat
beralih profesi sebagai pedagang. Sehingga destinasi wisata yang berusaha
digalakkan pemerintah secara tidak langsung juga turut memperbaiki grafik
perekonomian warganya.
Pembangunan
kembali monumen Soeharto dirasa penting sebab dari sini kita akan mengetahui
bagaimana alur sejarah yang terjadi dari masa ke masa. Jika peninggalan sejarah
tidak dijaga dan dilestarikan, maka harapan akan melekatnya sejarah pada
generasi penerus semakin punah. Sebaliknya jika tempat bersejarah dikelola
sedemikian baik, maka semangat para generasi penerus dalam mengenal dan
melestarikan sejarah akan semakin besar.


Komentar
Posting Komentar